Luwu dalam Jaringan Niaga Regional (1779)
Penulis: Fadly Bahari
Diterbitkan:
Dokumen VOC tahun 1779 menunjukkan bahwa Luwu terhubung langsung ke jaringan niaga regional Nusantara, bersama wilayah seperti Sumbawa, Buton, dan Bonerate. Catatan itu menyebut seorang pedagang Tionghoa dari Makassar datang dari Luwu dengan kapal paduakang, membawa muatan teripang dan karet, sementara dokumen lain pada 1791 menegaskan jalur dagang Luwu–Makassar melalui Larompong. Berbagai arsip juga memperlihatkan bahwa komoditas ekspor Luwu meliputi teripang, karet, emas, besi, lilin lebah, dan rotan, yang menempatkan Luwu sebagai simpul penting dalam ekonomi maritim abad ke-18.

Dokumen inv.nr 8245 menyimpan daftar kapal yang masuk ke Makassar pada April 1779 — dan Luwu terdaftar di dalamnya bersama Sumbawa, Buton, dan Bonerate:
"van Loewoe, den Chinees Sousonko inwoonder alhier, per prauw Paduackang groot Circa 5 lasten bemant met 9 koppen, brengt meede 25 picols tripangs in zoort, 2 dito Caret."
Pedagang Tionghoa bernama Sousonko, penduduk Makassar, datang dari Luwu dengan prauw Paduackang (perahu Padewakang) bermuatan 5 lest (sekitar 10 ton), dikemudikan 9 awak, membawa 25 pikul teripang asin dan 2 pikul karet. Ini menempatkan Luwu secara eksplisit dalam peta jaringan niaga maritim Nusantara abad ke-18.
Jalur Luwu–Makassar diperkuat oleh inv.nr 3967 (1791), yang menyebut pedagang Tionghoa "Parnakkang Chinees gent. Pekang" berdagang ke Luwu dan kembali melalui Larompong — sebuah titik pesisir yang tampaknya berfungsi sebagai pos singgah atau pengawasan di perbatasan wilayah Luwu.
Komoditas Ekspor Luwu
Dari berbagai dokumen, komoditas yang diperdagangkan dari Luwu meliputi:
Teripang (tripangs in zoort) — produk laut bernilai tinggi
Karet — produk hutan / perkebunan.
Emas — "de goud Gevende Ririeren in Loewoe" (sungai-sungai pemberi emas di Luwu), disebut dalam inv.nr 2997 (1760), mengacu pada laporan tersendiri tentang sungai-sungai penghasil emas yang ditulis bersamaan dengan perjalanan mendampingi Ratu Luwu
Besi — komoditas yang melekat erat dengan identitas Luwu (inv.nr 8240)
Lilin lebah dan rotan — inv.nr 8191