Banua Sappa' Digital — Platform Digital Ekosistem Kebudayaan Luwu

Jelajahi sejarah Kedatuan Luwu, tenun Rongkong, I La Galigo, arsip, manuskrip, museum, dan pelaku budaya Luwu di Banua Sappa' Digital.

Tema kebudayaan

Artikel terbaru

Bissu dan Biksu: Jejak Buddhis yang Tersimpan di Lidah Orang Bugis

Artikel ini menelusuri kemungkinan hubungan etimologis antara istilah *bissu* dalam tradisi Bugis dan *biksu* dari bahasa Sanskerta *bhikṣu*. Dengan menelaah pola perubahan bunyi dalam bahasa Bugis, jejak arkeologis Buddhisme di pesisir Sulawesi, serta kemiripan kedudukan ritual bissu dengan *to burake* di Toraja, artikel ini mengajukan hipotesis bahwa nama *bissu* mungkin merupakan hasil asimilasi istilah Buddhis terhadap pranata ritual lokal yang telah lebih dahulu ada. Jika hipotesis ini benar, yang diwarisi masyarakat Bugis dari persentuhan dengan Buddhisme mungkin bukan pranata bissunya, melainkan nama yang hingga kini tersimpan dalam lidah mereka.

Pajung ri Luwu dan Simbol Payung pada Beberapa Kerajaan di Asia Tenggara

Artikel ini membahas Pajung ri Luwu sebagai gelar penguasa tertinggi Kedatuan Luwu yang berkaitan dengan simbol chhatra atau payung kedaulatan. Dengan membandingkannya dengan penggunaan payung kerajaan di Asia Tenggara, artikel ini mengajukan hipotesis bahwa Luwu memiliki kekhasan karena payung tidak hanya berfungsi sebagai regalia, tetapi juga menjadi identitas politik dan simbol perlindungan seluruh kedatuan.

Holing di Sulawesi

Artikel ini menguji ulang lokasi Holing melalui pembacaan kronik Tiongkok, arah geografis, toponim, serta koridor Luwu–Mori. Dengan membandingkan Holing – Walaing, Po-li – Mori, To-po-teng – Tabating, Chen-la – Cendana, dan sejumlah nama lokal Sulawesi, artikel ini mengajukan hipotesis bahwa Holing mungkin berkaitan dengan jaringan kekuasaan kuno di Sulawesi, sekaligus membuka arah penelitian filologi, arkeologi, pemetaan, genetika, dan sumber lokal.

To Karunsi'e Dongi: Ketika Tanah Leluhur di Tepi Danau Matano Berubah Menjadi Lapangan Golf

Di tepi Danau Matano, Luwu Timur, hidup salah satu komunitas adat tertua di Sulawesi Selatan — masyarakat To Karunsi'e Dongi. Selama lebih dari setengah abad mereka berjuang mempertahankan tanah leluhurnya dari perluasan tambang nikel, hingga sebagian besar wilayah pemukiman dan kuburan leluhur mereka kini berada di bawah lapangan golf milik perusahaan tambang.