Peta Budaya Luwu
Jelajahi distribusi geografis warisan budaya, komunitas, dan lokasi-lokasi bersejarah di seluruh wilayah Luwu.
- Raja Ali Haji bin Raja Haji Ahmad — Pujangga, sejarawan, ulama, dan ahli bahasa Melayu yang meletakkan fondasi penting sastra dan tata bahasa Melayu modern. Melalui Tuhfat…
- H. B Sibenteng — Maestro seni tradisi Luwu yang mendedikasikan hidupnya untuk melestarikan lagu daerah, tari adat, dan seni pertunjukan tradisional…
- Surya Dewi Bungawara — Surya Dewi Bungawara, S.ST.Par. adalah pelaku budaya Luwu yang aktif dalam pelestarian seni tari tradisional melalui pembinaan komunitas…
- Anthon Andi Pangerang — Anthon Andi Pangerang adalah budayawan, tokoh adat, penulis, dan narasumber kebudayaan Tana Luwu yang mendedikasikan sebagian besar…
- Rhoda Grauer — Rhoda Grauer adalah antropolog, pembuat film dokumenter, dan produser budaya asal Amerika Serikat yang dikenal sebagai penggagas utama…
- Prof. Dr. H. Mattulada — Prof. Dr. H. Mattulada adalah antropolog, sejarawan, budayawan, pendidik, dan pejuang asal Sulawesi Selatan yang memberikan sumbangan…
- Prof. Dr. Andi Zainal Abidin Farid, S.H. — Prof. Dr. Mr. Andi Zainal Abidin Farid, S.H. merupakan guru besar hukum pidana Universitas Hasanuddin yang juga dikenal sebagai salah…
- Andi Djemma — Andi Djemma adalah Datu Luwu yang dikenal sebagai pemimpin adat dan pejuang kemerdekaan dari Tana Luwu. Pada masa revolusi, ia berdiri…
- Leang Andulang (Situs Gua I & II) — Gua pemakaman prasejarah (nama resmi dalam literatur BPCB: 'Liang Andulan'), menyatu secara fisik dengan Liang Kabongiang, dengan temuan…
- Leang Ilan Batu (Situs Gua I & II) — Gua di kaki Gunung Buntu Sikuku dengan ornamen pilar, stalagtit, dan stalagmit, menyimpan artefak batu (serpih/flakes) dan fragmen…
- Leang Kabongngiang — Gua pemakaman aktif (dikenal juga sebagai 'Liang To Sugi') di Desa Siteba, tempat asal dua benda cagar budaya yang telah resmi…
- Leang Massawae — Gua pemakaman vertikal yang menurut warga setempat digunakan sebelum masuknya Islam ke Tana Luwu; sejak 2014 tercatat memiliki juru…
- Makam Andi Tenri Pau — Makam Tandi Pau, Maddika Bua yang menjadi pemeluk Islam pertama di Tana Luwu (sekitar 1602–1603 M); telah resmi ditetapkan sebagai…
- Situs Buntu Lebani — Liang Karomate Buntu Lebani, batu monolit setinggi 728 cm dengan tiga lubang pemakaman bertradisi mirip Toraja; telah resmi ditetapkan…
- Kompleks istana Kedatuan Luwu — Kompleks istana Kedatuan Luwu seluas 1,5 Ha, dibangun 1920 oleh Pemerintah Hindia Belanda menggantikan Saoraja tradisional yang…
- Masjid Jami Tua Palopo — Masjid tertua di Palopo, didirikan 1604 M, dengan arsitektur atap piramidal tiga tingkat sirap kayu dan pilar utama Sokoguru kayu…
- Kompleks Makam Raja-Raja Luwu (Lokko'E) — Kompleks pemakaman utama Datu (raja) Kerajaan Luwu dengan cungkup Lokko'E, dibangun 1605, berisi sekitar 37–39 makam termasuk lima…
- Kantor Dinas Kebudayaan Kota Palopo — Bangunan kantor pemerintahan kolonial Belanda tahun 1940, kini Kantor Dinas Kebudayaan Kota Palopo; resmi Cagar Budaya Kota Palopo sejak…
- Gereja Pniel Palopo — Gereja bersejarah dibangun 1920–1924 oleh misionaris Belanda, luas tanah 4.253,2 m²; resmi Cagar Budaya Kota Palopo sejak 29 Desember 2023.
- Markas Komando Distrik Militer (KODIM) 1403/Palopo — Bekas kantor Afdeling Luwu era kolonial Belanda (dibangun 1908 atau 1925, sumber tidak konsisten), kini Markas Kodim 1403/Palopo; resmi…
- Rumah Jabatan Komandan Kodim 1403/Palopo — Bekas mess perwira (officer's mess) era kolonial Belanda dibangun 1935, kini Rumah Jabatan Dandim 1403/Palopo; resmi Cagar Budaya Kota…
- Kantor Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Palopo — Bekas kantor perbendaharaan kolonial (Centraal Kantoor voor de Comptabiliteit), kini Kantor Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI)…
- Kantor Pos Palopo — Bangunan kantor Post, Telegraf dan Telepon era kolonial (awal 1920-an), kini Kantor Pos Palopo milik PT Pos Indonesia; resmi Cagar…
- Rumah Jabatan Wakil Wali Kota Palopo — Bekas Rumah Jabatan Asisten Residen Afdeeling Luwu era kolonial (1908–1920), kini Rumah Jabatan Wakil Wali Kota Palopo; resmi Cagar…
- Rumah Jabatan Kepala Staf Kodim 1403/Palopo — Bekas fasilitas tamu militer kolonial Belanda dibangun 1935, kini Rumah Jabatan Kepala Staf Kodim 1403/Palopo; resmi Cagar Budaya Kota…
- Mess Kodim 1403/Palopo — Bekas mess tamu militer kolonial Belanda dibangun 1935, kini Mess Kodim 1403/Palopo; resmi Cagar Budaya Kota Palopo sejak 21 Februari 2025.
- Rumah Sakit Umum dr. Palemmai Tandi — Rumah sakit umum pertama di Palopo era kolonial, dibangun 1920 (prasasti 'anno 1920' di fasad); resmi Cagar Budaya Kota Palopo sejak 21…
- Kantor Dinas Perhubungan Kota Palopo — Bekas kantor arsitek pemerintah kolonial (Controleur Luwu) dibangun 1940, kini Kantor Dinas Perhubungan Kota Palopo; resmi Cagar Budaya…
- Gedung Eks Bea Cukai Palopo — Bekas kantor Bea Cukai Pelabuhan Palopo era kolonial (sekitar 1940), gaya neoklasik sederhana 2 lantai; resmi Cagar Budaya Kota Palopo…
- Sumur Mattirowalie — Sumur suci untuk ritual pelantikan Datu menjadi Pajung Luwu; struktur bundar diameter 50 cm dengan monumen peringatan di dekatnya; resmi…
- Kantor Polisi Militer Palopo — Bekas tempat hiburan kolonial 'Societeit de Harmonie' (dibangun 1925), tempat hiburan pertama di Kota Palopo, kini Kantor Polisi…
- Sanggar Seni La Sulolipu — Sanggar seni dari Kota Palopo yang bergerak di bidang tari daerah dan merupakan salah satu wadah seni terdepan di Tana Luwu. Sanggar ini…
Ensiklopedia lainnya: Cagar Budaya · Warisan Budaya Takbenda · Lembaga Kebudayaan · Pelaku Budaya