Surat Datu Luwu Kepada Gubernur VOC di Makassar

Penulis: Fadly Bahari

Diterbitkan:

Surat Bugis tahun 1791 dari Datu Luwu kepada Gubernur VOC memperlihatkan adanya komunikasi diplomatik langsung dan sistem penerjemahan resmi Bugis–Belanda. Bersama penyebutan Larompong, jalur sungai, serta gambaran Palopo sebagai kota pelabuhan, dokumen ini menunjukkan bahwa arsip VOC merekam Luwu bukan hanya sebagai kerajaan, tetapi sebagai ruang politik dan maritim yang terhubung luas.

Surat Datu Luwu Kepada Gubernur VOC di Makassar

Dokumen paling istimewa yang berkaitan dengan Luwu dalam arsip VOC bukan peta — melainkan surat asli dalam bahasa Bugis yang kemudian diterjemahkan ke bahasa Belanda. Inv.nr 3967 (1791) memuat:

"Translaat Boegineese Brief geschreeven door den Paijong of Datoe van Loewoe aan den Heer Gouverneur … Geschreeven in Loewoe op Dingsdag den 20' dag van de maand Dulhadjie in 't Jaar 1206 … den 30. Augustus anno 1791."

Surat ini ditulis di Luwu pada hari Selasa, 20 Zulhijjah 1206 H / 30 Agustus 1791 M, oleh Paijong (Pajung) Datu Luwu sendiri — ditujukan kepada Gubernur VOC di Makassar. Dokumen ini diterjemahkan oleh Dr. Deefhout dan disampaikan secara lisan dalam bahasa Bugis oleh seorang penerjemah bernama Jntje Noerding.

Keberadaan surat ini mengungkap dua hal penting: (1) Datu Luwu berkomunikasi langsung dengan gubernur VOC, melewati perantara Bone, dan (2) terdapat sistem alih bahasa resmi (Bugis–Belanda) yang memungkinkan komunikasi diplomatik lintas budaya ini berjalan.