Sumur Mattirowalie

Cagar Budaya

Ringkasan

Sumur suci untuk ritual pelantikan Datu menjadi Pajung Luwu; struktur bundar diameter 50 cm dengan monumen peringatan di dekatnya; resmi ditetapkan sebagai Struktur Cagar Budaya Kota Palopo sejak 21 Februari 2025.

Sejarah

Sumur Mattirowalie, beralamat di Jalan Anggrek, BTN Anggrek (samping Blok DD/25), Kelurahan Tompotikka, Kecamatan Wara, Kota Palopo, berfungsi sebagai sumur suci untuk ritual pelantikan Datu menjadi Pajung (Raja) Luwu. Struktur berbentuk bundar berdiameter 50 cm ini kini berkedalaman sekitar 1,5–2 m akibat sedimentasi, dengan susunan bata di sisi baratnya, dan sebuah monumen peringatan setinggi sekitar 2 m berjarak 2,4 m di sisi baratnya. Kajian mengenai situs ini pernah melibatkan Universitas Andi Djemma, Palopo Heritage Society, dan IPDI. Tahun pembuatan sumur ini tidak ditemukan dari sumber yang diakses.

Catatan koordinat: sumber asli menuliskan lintang "30°0'40" LS", yang secara geografis sangat janggal dibanding entri-entri lain di Kota Palopo (semua berkisar 2°59'–3°00' LS) — nilai ini diduga kuat salah ketik pada sumber (kemungkinan seharusnya 3°0'40" LS) dan telah dikoreksi pada data koordinat entri ini mengikuti pola lokasi sekitarnya.

Struktur ini resmi ditetapkan sebagai Struktur Cagar Budaya Peringkat Kota — kategori "Struktur" tercantum eksplisit dalam SK — melalui SK 100.3.3.3/102/B.Hukum tanggal 21 Februari 2025.

Sumber

Palopo Heritage (https://www.palopoheritage.id/cagar-budaya); dokumen SK Wali Kota Palopo (https://www.palopoheritage.id/surat-keputusan) (https://www.palopoheritage.id/cagar-budaya/sumur-mattirowalie)