po
Kamus Bugis
Ringkasan
awalan yang tidak dapat dipisahkan (prefiks). Bandingkan pôñg No. 1 dalam arti asal, sebab, sumber, dsb. Terutama dipakai untuk membentuk kata kerja, seperti: powadetjêñgâñg, menjadikan (sesuatu) sebagai sebab/sumber kesejahteraan (adetjêñgâñg, dari dêtjeñg). — Posôlâñg, menjadikan (sesuatu) sebab kehancuran, yaitu binasa demi seseorang. — Powâsâñg, mempunyai nama, bernama. — Powawine, mempunyai/menjadikan istri, yaitu menikah. — Pobâsa, mempunyai bahasa, berbicara sebagai bahasa. — Powâda, mempunyai kata-kata, yaitu memakai (kata) saat berbicara, berbicara. — Posipâi málabôwe, ia menjadikan kedermawanan sebagai perangai, yaitu berwatak dermawan. — Niga powanôewaï doewâê-ritoe?, siapa yang menjadikan kedua negeri itu sebagai negeri (untuk dikuasai)? — Pogâoe, mengerjakan, dari gâoe, kerja atau perbuatan. Dalam bahasa Bugis Kuno ditemukan pula bentuk turunan dari po, yaitu pôwi, tersusun dari po + i No. 2, jadi sama dengan íya, iyâê; misalnya: pôwi añríta, = iyâê añríta. — Na-dôewa pôwi máselîñgêrâñg, = na-dôewa íya máselîñgêrâñg. (La-Gal.). Bandingkan pula la-pôñg.
Sumber
Matthes 1874
Kelas kata
lainnya