Andi Sitti Huzaimah Mackulau Opu Daeng Ri Pajung
Pelaku Budaya
Ringkasan
Andi Sitti Huzaimah Mackulau Opu Daeng Ri Pajung adalah figur adat Kedatuan Luwu yang menduduki posisi sebagai Cenning Luwu, yang bertugas menggantikan peran Datu dalam memimpin pemerintahan, memimpin persidangan, serta mengambil kebijakan apabila Datu sedang berhalangan hadir, sakit, atau dalam masa transisi. Kehadirannya memperlihatkan peran perempuan dalam menjaga tata hormat, martabat, dan kesinambungan adat Luwu di masa modern.
Sejarah
Andi Sitti Huzaimah Mackulau Opu Daeng Ri Pajung dikenal sebagai Cenning Luwu, salah satu figur adat penting dalam lingkungan Dewan Adat Kedatuan Luwu. Dalam berbagai kegiatan publik, ia hadir sebagai pemangku peran adat yang menjalankan fungsi representatif, terutama dalam penyambutan tamu kehormatan, prosesi adat, penyematan tanda kehormatan Kedatuan, serta penguatan hubungan antara Kedatuan Luwu, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Pada September 2023, Andi Sitti Huzaimah Mackulau Opu Daeng Ri Pajung menerima kunjungan Pj Wali Kota Palopo, Asrul Sani, di Kedatuan Luwu. Dalam kegiatan mappatabe tersebut, ia hadir mewakili Datu Luwu bersama Ade Seppulo Dua atau Dewan Adat 12 Kedatuan Luwu. Peristiwa ini memperlihatkan peran Cenning Luwu sebagai salah satu wajah kelembagaan adat dalam menerima dan menjalin komunikasi dengan pemimpin pemerintahan daerah.
Pada November 2023, ia hadir sebagai Ketua Dewan Adat Kedatuan Luwu sekaligus Cenning Luwu dalam kunjungan silaturahmi Pj Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin, ke Istana Datu Luwu. Kunjungan tersebut disambut dengan tata adat, mulai dari payung kebesaran Kedatuan Luwu, kain Lawolo, hingga tarian penyambutan. Dalam ruang seperti ini, kehadiran Cenning Luwu menjadi bagian dari tata hormat adat yang menghubungkan lembaga Kedatuan dengan pemerintah provinsi.
Pada Januari 2024, Andi Sitti Huzaimah hadir dalam penyambutan rombongan Bupati Luwu Timur di Balairung Salassae Kedatuan Luwu. Ia disebut sebagai Cenning Luwu sekaligus Plt. Patunru, bersama Dewan Adat 12 Kedatuan Luwu. Penyambutan ini menjadi bagian dari rangkaian silaturahmi menjelang peringatan Hari Jadi Luwu dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu, dua momentum penting yang mempertemukan sejarah, adat, dan pemerintahan di Tana Luwu.
Pada Agustus 2024, ia menyematkan Pin Kedatuan Luwu kepada Pj Bupati Luwu, Muh. Saleh, dan Ketua TP PKK Kabupaten Luwu, Hj. Aisyah Saleh, dalam prosesi adat di Istana Langkanae. Penyematan pin ini menjadi simbol penerimaan, penghormatan, dan penguatan hubungan antara pemerintah daerah dan Kedatuan Luwu. Melalui gestur adat seperti ini, Cenning Luwu menjalankan peran penting dalam menjaga bahasa simbolik Kedatuan di hadapan pemerintahan modern.
Pada September 2024, Andi Sitti Huzaimah hadir dalam prosesi Mappacokkong Baruga, yaitu peletakan batu pertama pembangunan Baruga Datu Opu To Marimari di kompleks Istana Langkanae Luwu, Kota Palopo. Dalam prosesi tersebut, ia melakukan peletakan batu pertama mewakili Datu Luwu, kemudian dilanjutkan oleh unsur pemerintah daerah. Kegiatan ini memperlihatkan peran Cenning Luwu dalam menjaga kesinambungan ruang adat, terutama baruga sebagai tempat pertemuan, perhelatan, dan musyawarah adat.
Pada 2025, ia kembali hadir dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Luwu dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu. Dalam momentum tersebut, Cenning Luwu menjalankan fungsi simbolik melalui penyematan Pin Kedatuan Luwu kepada Pj Gubernur Sulawesi Selatan. Peristiwa ini menegaskan kembali bahwa Kedatuan Luwu tetap memiliki tata penghormatan dan komunikasi adat yang hidup dalam relasinya dengan pemerintah daerah.
Rekam jejak Andi Sitti Huzaimah Mackulau Opu Daeng Ri Pajung memperlihatkan bahwa posisi Cenning Luwu bukan hanya jabatan seremonial. Ia hadir dalam ruang-ruang penting tempat adat bertemu dengan pemerintahan, sejarah bertemu dengan generasi masa kini, dan simbol Kedatuan tetap dijalankan dalam bentuk tindakan nyata. Dari penyambutan tamu, penyematan pin, hingga prosesi pembangunan baruga, ia menjadi salah satu figur yang menjaga agar tata hormat Kedatuan Luwu tetap hidup dan terlihat di ruang publik.
Sumber
Profil editorial Banua Sappa’ Digital; tautan artikel produksi: https://banuasappa.com/artikel/andi-sitti-huzaimah-mackulau-opu-daeng-ri-pajung-cenning-luwu-dan-wajah-keibuan-dewan-adat-kedatuan. Status sumber: perlu konfirmasi berkala dengan Kedatuan Luwu.
Bidang
Cenning Luwu
Komunitas
Komunitas Adat Kedatuan Luwu