Colliq Pujié

Pelaku Budaya

Ringkasan

Arung Pancana Toa, penyalin dan penulis Bugis yang berperan utama dalam lahirnya manuskrip La Galigo NBG 188—salah satu sumber tertulis terpenting untuk ingatan tentang dunia Luwu.

Sejarah

Colliq Pujié, yang juga dikenal sebagai Arung Pancana Toa, merupakan penyalin/penulis utama manuskrip La Galigo NBG 188 yang kini tersimpan dalam koleksi Leiden. Manuskrip tersebut terdiri atas dua belas jilid dan sekitar 2.851 halaman, sehingga menjadi salah satu bagian La Galigo yang paling luas dan berkesinambungan.

Ia dimasukkan sebagai pelaku budaya karena menjaga pengetahuan dalam bahasa dan aksara Bugis pada saat tradisi La Galigo terutama hidup melalui penuturan dan naskah keluarga. Profil ini tidak menyebutnya sebagai satu-satunya pencipta La Galigo; yang dicatat adalah peran konkret seorang perempuan bangsawan Bugis dalam menyalin dan mempertahankan corpus yang berpusat pada Luwu.

Sumber

Memory of the World Indonesia: https://mow.anri.go.id/warisan-dokumenter/dunia/detail/la-galigo-the-epic-literary-heritage-of-the-bugis; OCR edisi La Galigo dan keterangan manuskrip NBG 188: https://pustaka.taratsa.id/read/1243/ocr/pdf/; dokumen sejarah La Galigo: https://oxis.org/resources-3/la-galigo/salim-2003.pdf. Peran kepenulisan dicatat secara hati-hati sebagai penyalin/penulis manuskrip, bukan klaim pencipta tunggal epos.

Bidang

Penyalinan La Galigo dan sastra Bugis klasik

Komunitas

Kerajaan Tanete / tradisi lontaraq Bugis