H. B Sibenteng
Pelaku Budaya
Ringkasan
Maestro seni tradisi Luwu yang mendedikasikan hidupnya untuk melestarikan lagu daerah, tari adat, dan seni pertunjukan tradisional sebagai bagian dari identitas budaya Tana Luwu.
Sejarah
Nama Haji Sibenteng telah lama melekat dalam perjalanan seni pertunjukan Luwu. Di tengah perubahan sosial dan semakin berkurangnya ruang bagi kesenian tradisional, ia tetap mempertahankan lagu, tari, dan ekspresi budaya yang diwariskan dari generasi sebelumnya. Kehadirannya bukan sekadar sebagai penampil, tetapi sebagai penjaga ingatan kolektif masyarakat Luwu melalui seni.
Sejak dekade 1970-an, Haji Sibenteng mulai dikenal sebagai penyanyi lagu-lagu daerah Luwu. Suaranya yang khas menjadikan berbagai lagu tradisional tetap hidup di tengah masyarakat, bahkan ketika musik modern mulai mendominasi ruang hiburan. Melalui rekaman kaset, pertunjukan rakyat, dan panggung budaya, ia ikut menjaga agar lagu-lagu Luwu tetap dikenal oleh generasi muda.
Selain dikenal sebagai penyanyi, Haji Sibenteng juga aktif menampilkan berbagai tari tradisional Luwu dalam acara adat, penyambutan tamu kehormatan, festival budaya, hingga peringatan Hari Jadi Luwu. Penguasaan terhadap tata gerak, makna simbolik, dan etika pertunjukan menjadikannya salah satu rujukan bagi seniman muda yang ingin mempelajari seni pertunjukan tradisional Luwu.
Selama bertahun-tahun, Haji Sibenteng menjadi bagian dari berbagai kegiatan kebudayaan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah, Kedatuan Luwu, komunitas seni, maupun lembaga pendidikan. Kehadirannya hampir selalu menjadi pengingat bahwa seni tradisi bukan sekadar tontonan, melainkan bagian dari identitas masyarakat Luwu yang diwariskan lintas generasi.
Di balik penampilannya sebagai seniman panggung, Haji Sibenteng juga berperan sebagai guru bagi banyak generasi muda. Ia membagikan pengetahuan mengenai teknik vokal lagu daerah, tata gerak tari, penggunaan busana adat, hingga nilai-nilai yang terkandung dalam setiap pertunjukan tradisional. Baginya, seni bukan hanya soal estetika, tetapi juga tentang penghormatan terhadap leluhur dan jati diri masyarakat.
Kontribusinya terhadap pelestarian budaya mendapat pengakuan dari berbagai kalangan. Ia beberapa kali menerima penghargaan sebagai tokoh seni dan pelestari budaya daerah, serta menjadi salah satu figur yang sering dilibatkan dalam program pelestarian kebudayaan di Tana Luwu. Penghargaan tersebut tidak hanya diberikan atas kemampuan artistiknya, tetapi juga atas dedikasinya menjaga kesinambungan tradisi di tengah perubahan zaman.
Dalam ekosistem kebudayaan Banua Sappa', Haji Sibenteng dipandang sebagai representasi penjaga warisan budaya takbenda. Ia menunjukkan bahwa kebudayaan tidak hanya diwariskan melalui naskah atau lembaga adat, tetapi juga melalui suara, gerak tubuh, irama, dan panggung pertunjukan. Ketika sebuah lagu dinyanyikan kembali atau sebuah tari dipentaskan dengan penuh penghormatan terhadap tradisi, di situlah ingatan kolektif masyarakat terus hidup.
Rekam jejak Haji Sibenteng memperlihatkan bahwa pelestarian budaya sering kali bergantung pada sosok-sosok yang bekerja dengan tekun di balik sorotan panggung. Melalui dedikasi yang panjang, ia membantu menjaga agar seni tradisi Luwu tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, sekaligus memperkuat identitas budaya Tana Luwu di tengah arus perubahan zaman.
Sumber
Riset dan kurasi Banua Sappa’ Digital dari berbagai sumber terbuka.
Bidang
Pencipta lagu tradisional Luwu • Seni Pertunjukan Tradisional Luwu (Musik & Tari)
Komunitas
Sanggar Seni Cenning Ati