Muhlis Hadrawi
Pelaku Budaya
Ringkasan
Pengajar sastra daerah dan peneliti manuskrip yang menulis tentang mitos sakral komunitas Cerekang di Luwu Timur, menghubungkannya dengan La Galigo, toponimi, ritual, dan etika perlindungan lingkungan.
Sejarah
Dalam artikel 2025 Sacred Myths of the Cerekang Indigenous Community, Muhlis Hadrawi dan tim meneliti wilayah adat Cerekang, Kecamatan Malili, Luwu Timur melalui observasi dan wawancara. Artikel itu menghubungkan sepuluh toponim sakral, Bukit Pengsimaoni, dan mitos Batara Guru dengan I La Galigo jilid 1, serta menjelaskan bagaimana narasi tersebut menjadi pedoman perlindungan hutan dan sungai.
Hadrawi juga mengajar dan mengelola kerja manuskrip di Unhas, serta terlibat dalam dialog kebudayaan di Matano, Luwu Timur. Bukti-bukti ini menunjukkan kontribusi langsung pada dokumentasi memori tempat dan pengetahuan adat Luwu, bukan sekadar keterlibatan akademik yang umum.
Sumber
Artikel Sacred Myths of the Cerekang Indigenous Community: https://jurnalalqalam.or.id/index.php/Alqalam/article/download/1635/807/5399; profil pengajar Sastra Bugis–Makassar Unhas: https://prodi.unhas.ac.id/sarjana-sastra-bugis-makassar/page/show/en/365; dokumentasi kunjungan TRG Manuscript and Culture ke Matano, Luwu Timur: https://trg.unhas.ac.id/mcrg/2026/04/25/strengthening-cultural-collaboration-for-sustainable-development-trg-manuscript-and-cultures-engagement-with-yayasan-wawainia-rahampuu-matano/. Sumber artikel ilmiah dan kelembagaan publik.Bidang
Sastra daerah, mitos Cerekang, dan manuskrip La Galigo
Komunitas
Universitas Hasanuddin / TRG Manuscript and Culture