Sirtjo Koolhof
Pelaku Budaya
Ringkasan
Editor dan peneliti La Galigo yang menjelaskan hubungan antara manuskrip, tradisi lisan, ritual, dan pengetahuan sosial Bugis—termasuk cara tulisan lama dipakai untuk mengingat dan menjalankan adat Luwu.
Sejarah
Sirtjo Koolhof menjadi bagian redaksi edisi La Galigo: Menurut Naskah NBG 188, proyek transkripsi dan terjemahan yang membuka dua belas jilid naskah untuk pembaca modern. Dalam artikelnya The ‘La Galigo’: A Bugis Encyclopedia and its Growth, ia menunjukkan bahwa La Galigo bukan sekadar cerita, melainkan gudang pengetahuan yang hidup bersama praktik lisan dan ritual.
Koolhof juga mencatat bahwa tulisan lama dipakai sebagai petunjuk upacara ketika ratu tua Luwu dimakamkan pada 1935. Fakta ini memberi alasan langsung untuk memasukkannya: ia mendokumentasikan hubungan antara naskah, ritus, dan ingatan kelembagaan Luwu, bukan hanya menulis tentang kebudayaan Bugis secara umum.
Sumber
Artikel Koolhof tentang La Galigo dan pengetahuan Bugis: https://www.sabrizain.org/malaya/library/lagaligo.pdf; front matter dan susunan redaksi edisi NBG 188: https://pustaka.taratsa.id/read/1243/ocr/pdf/; pengantar mitos La Galigo: https://oxis.org/books/khunt-satodewo-1990.pdf. Sumber akademik dan bibliografis publik.
Bidang
Redaksi dan kajian La Galigo, lontaraq, dan pengetahuan Bugis
Komunitas
Proyek edisi La Galigo / kajian Bugis