Surya Dewi Bungawara
Pelaku Budaya
Ringkasan
Surya Dewi Bungawara, S.ST.Par. adalah pelaku budaya Luwu yang aktif dalam pelestarian seni tari tradisional melalui pembinaan komunitas dan pendidikan budaya. Sebagai penanggung jawab bidang tari Sanggar Cenning Ati sekaligus putri maestro Haji Sibenteng, ia meneruskan tradisi seni pertunjukan Luwu dengan memadukan pengalaman lapangan, pendidikan pariwisata, dan semangat regenerasi budaya.
Sejarah
Surya Dewi Bungawara merupakan salah satu pelaku budaya generasi muda yang berkiprah dalam pelestarian seni tradisional Luwu. Lahir dan tumbuh di lingkungan keluarga seniman, ia sejak kecil akrab dengan berbagai bentuk kesenian daerah yang diwariskan oleh ayahnya, Haji Sibenteng, maestro lagu dan tari tradisional Luwu. Lingkungan tersebut membentuk pemahamannya bahwa seni bukan sekadar pertunjukan, tetapi juga media pewarisan identitas dan nilai budaya.
Berbekal pendidikan sebagai Sarjana Terapan Pariwisata (S.ST.Par.), Surya Dewi mengembangkan pendekatan pelestarian budaya yang tidak hanya berfokus pada pertunjukan, tetapi juga pada pembinaan, dokumentasi, dan edukasi masyarakat. Baginya, keberlangsungan seni tradisional sangat bergantung pada hadirnya ruang belajar yang mampu menjembatani generasi tua dengan generasi muda.
Salah satu peran yang dijalankannya adalah sebagai penanggung jawab bidang tari Sanggar Cenning Ati, sebuah komunitas seni yang aktif membina dan menampilkan berbagai kesenian tradisional Luwu. Melalui sanggar tersebut, ia terlibat dalam proses latihan, pembinaan penari, penyusunan pertunjukan, serta berbagai kegiatan kebudayaan yang bertujuan memperkenalkan seni tradisional kepada masyarakat luas.
Kontribusinya juga tercatat dalam dunia akademik. Dalam penelitian Universitas Negeri Makassar mengenai Tari Katendon-tendon Masirenda-renda masyarakat Rongkong, Surya Dewi Bungawara menjadi salah satu narasumber utama. Keterlibatannya menunjukkan bahwa pengetahuan yang dimilikinya mengenai seni tradisional telah menjadi bagian dari sumber informasi yang digunakan dalam kajian ilmiah mengenai kebudayaan Luwu.
Sebagai generasi penerus Haji Sibenteng, Surya Dewi tidak sekadar melanjutkan warisan keluarga, tetapi juga memperluas cara pelestarian budaya melalui pendidikan, komunitas, dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Kiprahnya memperlihatkan bahwa regenerasi budaya tidak hanya berlangsung melalui hubungan darah, melainkan melalui komitmen untuk terus menghidupkan tradisi di tengah perubahan zaman.
Dalam konteks kebudayaan Luwu hari ini, Surya Dewi Bungawara mewakili generasi pelestari yang menjembatani warisan masa lalu dengan kebutuhan masa kini. Kehadirannya memperlihatkan bahwa pelestarian budaya membutuhkan sosok-sosok yang tidak hanya mampu mempertahankan tradisi, tetapi juga mengembangkan cara-cara baru agar tradisi tersebut tetap relevan bagi generasi mendatang.
Sumber
Riset dan kurasi Banua Sappa’ Digital dari berbagai sumber terbuka.
Bidang
Seni Tari Tradisional • Pelestarian Seni Pertunjukan • Pembinaan Budaya
Komunitas
Sanggar Cenning Ati