I La Galigo

Epos, perjalanan, dan ingatan kosmologis Luwu

Dalam lanskap kebudayaan Nusantara, I La Galigo berdiri sebagai salah satu karya sastra terpanjang di dunia — sebuah epos yang merangkai kosmologi, silsilah, dan perjalanan spiritual dunia Luwu. Ditulis dalam aksara lontara', epos ini bukan sekadar karya sastra, melainkan peta semesta yang menghubungkan dunia atas, dunia tengah, dan dunia bawah. Tokoh-tokohnya — Sawerigading, We Cudai, dan para penghuni tiga lapisan alam — adalah cermin dari nilai, kepercayaan, dan pandangan hidup masyarakat Bugis-Luwu yang telah mengakar selama berabad-abad. Di sini, Anda dapat menjelajahi fragmen epos, manuskrip yang bertahan, dan interpretasi modern dari warisan kosmologis yang tak ternilai ini.