Maccera Tasi

Warisan Budaya Takbenda

Ringkasan

Maccera Tasi adalah ritus syukuran dan keselamatan masyarakat pesisir Luwu yang berhubungan dengan laut, rezeki, dan tanggung jawab merawat lingkungan perairan. Di Palopo, pelaksanaannya melibatkan komunitas nelayan dan rangkaian adat Kedatuan Luwu.

Sejarah

Maccera Tasi ditetapkan sebagai WBTB Indonesia pada 2019 dengan lokasi Kota Palopo dan domain Adat Istiadat, Ritus, dan Perayaan. Secara harfiah, istilah ini merujuk pada maccera atau syukuran yang berkaitan dengan tasi, laut. Tradisi ini memperlihatkan bagaimana masyarakat pesisir menyusun hubungan sosial, spiritual, dan ekologis melalui sebuah perayaan bersama.

Rangkaian adat dan syukuran laut

Dokumentasi pelaksanaan di Palopo mencatat rangkaian seperti Malekke Wae, pengambilan air upacara dari lingkungan Kedatuan Luwu, prosesi di pelabuhan, pengiringan ance, pembacaan adzan, serta pelepasan ikan atau pakan ikan sebagai simbol. Sumber pemberitaan juga menegaskan bahwa pelaksanaan yang didokumentasikan tidak membuang kepala kerbau ke laut; hewan disembelih untuk konsumsi bersama.

Adat, syariat, dan ekologi

Dalam pembacaan kontemporer, Maccera Tasi ditempatkan sebagai ungkapan syukur dan permohonan keselamatan, dengan tata laku yang disesuaikan dengan syariat Islam. Nilai sosialnya juga tampak pada pertemuan warga, hubungan antarkelompok, serta kesadaran bahwa laut merupakan sumber penghidupan yang perlu dijaga.

Sumber

DAPOBUD/Kementerian Kebudayaan, objek Maccera Tasi (SK 362/M/2019): https://budaya.data.kemdikbud.go.id/wbtb/objek/AA001094; Tekape, dokumentasi prosesi 2019: https://tekape.co/maccera-tasi-diawali-prosesi-malekke-wae-di-kedatuan-luwu/; Rekap Penetapan WBTb 2013–2024: https://indonesiaheritage-cities.org/wp-content/uploads/2025/09/2013-2024-Rekap-Penetapan-WBTb.pdf