Beranda › Kamus Bugis

ka (4)

Aksara Lontara: ᨀ

Kelas kata: Prefiks

Arti dalam Bahasa Indonesia

Prefiks tak terpisah: a. pada kata sifat (kâsi-âsi = miskin); b. pada kata kerja yang menunjukkan berbagai arah (kalâo-lâo = mengembara, tersesat); c. pada kata bilangan tingkat (mákasâpoelo = yang kesepuluh).

Contoh penggunaan

kâsi-âsi; kalâo-lâo; mákasâpoelo

arm; zwerven, dolen; tiende

Catatan

Verg. âsi N°. 3; poelo

Definisi asli Matthes (bahasa Belanda)

Onafscheidbaar voorvoegsel: a. bij bijvoegelijke naamwoorden (bijv. kâsi-âsi = arm); b. bij werkwoorden met meerdere richtingen (bijv. kalâo-lâo = zwerven, dolen); c. bij rangschikkende telwoorden (bijv. mákasâpoelo = tiende).

Sumber

B. F. Matthes, Boegineesch-Hollandsch Woordenboek (1874), hlm. 1.

Entri berdekatan dalam kamus Matthes

  • ka — Huruf pertama alfabet Bugis.
  • ka (2) — Mengikat kemudi (roer) pada sangkilañg-riyâwa (tali pengikat). Pakâ-kamoedi: tali/simpul yang…
  • ka (3) — Lihat: a N°. 2.
  • ka (5) — Disisipkan untuk menghindari hiatus antara prefiks má (N°. 1) dan kata yang diawali vokal.
  • kí — Kata ganti orang kedua (laki-laki dan perempuan), tunggal dan jamak, khusus digunakan saat…
  • kí (2) — Kata ganti orang pertama jamak (kami/kita), laki-laki dan perempuan. Sama dengan bahasa Makassar.
  • kí (3) — Sama dengan ké N°. 4.
  • ki (4) — Lihat: í N°. 3.